USAHA JAYA: Peranan Teknologi Informasi Dalam Interaksi Sosial Bangsa Modern
 
 
Peranan Teknologi Informasi Dalam Interaksi Sosial Bangsa Modern


Kontes Ngeblog Inspiratif Visimaya: Peranan informasi dan Pengetahuan dalam Memberi Inspirasi Kemajuan Bangsa

Perkembangan teknologi informasi kini berkembang sangat cepat, seiring dengan perubahan yang terjadi pada dunia dewasa ini. Dahulu untuk mengetik saja harus menggunakan mesin ketik manual. Televisi yang dinikmati juga bukan televisi berwarna melainkan hitam putih. Dan ahli-ahli intelektual pada zaman Renaissance membuat berbagai perubahan dengan menciptakan alat-alat yang dapat membantu manusia. Lampu ditemukan oleh Thomas Alfa Edison, telepon oleh Alexander Graham Bell, Mesin uap oleh James Watt, Nuklir oleh Marie Curie, Pesawat terbang oleh Wright bersaudara maka muncullah revolusi industri di Inggris pada tahun 1840-an, dimana tenaga manusia dapat digantikan oleh mesin. Dari sinilah awal mula perkembangan teknologi dimulai.

Dewasa ini perkembangan teknologi dinilai sangat pesat, dari perkembangan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan oleh suatu bangsa. Sampai perkembangan teknologi informasi dari televisi, komputer, internet, telepon seluler, bahkan sampai teknologi yang penyebarannya menggunakan hyper space yang berkembang dalam ruang semu seperti video game, microprocessor, VCD, MP3, Ringback tone, dan lain sebagainya.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat itu, tentu saja akan berdampak pada tingkah laku manusia sehari-hari. Teknologi dapat mempengaruhi pola interaksi sosial dalam bangsa tersebut dari yang semula sulit mendapatkan akses pengetahuan menjadi sangat mudah mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Namun tak jarang pula teknologi membuat interaksi antar manusia menjadi semakin sedikit. Jika hal tersebut terjadi maka akan muncul dampak-dampak interaksi sosial yang tidak menyenangkan.

Menurut McLuhan, Proses komunikasi mengalami perubahan cepat merupakan dampak perubahan teknologi informasi itu sendiri.

Perubahan teknologi yang berkembang cepat pada dasawarsa terakhir ini sebagai akibat dari adanya kebutuhan akan proses komunikasi yang lebih cepat. Maka diusahakan untuk menemukan inovasi yang terus berkelanjutan.

Dari gambaran tersebut menunjukkan bahwa informasi memiliki peran yang sangat penting dalam proses perubahan dan komunikasi. Menurut Alvin Toffler dalam bukunya “The Future Shock”, mengamati gelombang perubahan ketiga yang sudah dapat dirasakan pada saat ini hanya memakan waktu beberapa puluh tahun saja. Gelombang ketiga adalah gelombang perubahan ketiga terjadi dengan kemajuan teknologi dalam bidang

1. Komunikasi dan data processing
2. Penerbangan dan aplikasi angkasa luar
3. Energi alternatif dan energi yang dapat diperbaharui
4. Genetik dan bio-teknologi pada umumnya, dengan elektronik mikro beserta komputer sebagai teknologi inti.

Sebagai salah satu ciri yang mendasar adalah adanya proses produksi masal cenderung diperbaharui. Dari sinilah maka lahir masyarakat informasi gelombang ketiga. Dalam istilah Toffler, masyarakat informasi mempunyai suatu ekonomi yang dapat tumbuh dan memperbanyak diri. Dan mungkin nantinya akan terdapat bahaya tenggelam dalam lautan informasi dan itu merupakan persoalan riil. Hal tersebut merupakan dampak konkrit bagi manusia ketia ia dihadapkan pada persoalan teknologi informasi dan sebagai akibat inovasi yang terkendali.

Dampak dari perubahan suatu bangsa terhadap bentuk teknologi yang dihasilkan dapat pula berpengaruh pada sistem sosial yang ada. Perubahan ini berasal dari luar yang disebut sebagai perubahan kontak, karena ide baru yang dihasilkan itu berasal dari luar sistem sosial untuk masyarakat. Perubahan kontak itu memiliki dua jenis kategori selektif dan terarah. Perubahan selektif yang terjadi apabila warga dalam suatu sistem sosial bersikap terbuka terhadap pengaruh yang datang dari luar. Ini berarti, ide baru yang diterimanya itu didasarkan atas kebutuhan yang dirasakannya sendiri. Sebaliknya perubahan kontak yang terarah atau terencana memang disengaja oleh pihak luar seperti dari agen pembaru tadi, yang secara intensif guna suatu tujuan tertentu berusaha memperkenalkan ide baru.

Oleh karena mekanisme perubahan berbeda maka jika dilihat tingkat keterlibatan warga masyarakat juga akan memperlihatkan keadaan yang berlainan. Pada perubahan bentuk. Pertama, adopsi terhadap ide-ide baru didasarkan atas kesadaran sendiri, karena itu proses penyebaran dan penggunaannya dalam suatu bangsa juga akan disesuaikan dengan sistem sosial budaya mereka, paling tidak akan dilakukan secara spontan. Kedua, warga masyarakat cenderung pasif. Kesadaran akan perlunya perubahan dan kemungkinan keuntungan yang akan diperoleh melalui perubahan sangat ditentukan oleh pihak luar sehingga dapat mengakibatkan perubahan persepsi; misalnya perubahan itu perlu dilakukan dan terdapat keuntungan yang diperoleh melalui perubahan tersebut.

Dalam teknologi juga perlu adanya interaksi antar masyarakat yang mengadopsi hasil teknologi. Terutama yang dikhususkan di sini adalah masyarakat modern perkotaan. Dengan melihat contoh lokasi pada Jakarta, sebagai kota metropolitan. Perkembangan kota metropolitan sebagai urban society memiliki makna yang cukup besar bagi penduduk.

Disini masyarakat modern berinteraksi dengan teknologi dan konsumen produk hasil teknologi. Bagaimana seharusnya sikap yang baik dalam melakukan interaksi tersebut, Habermas menyikapi bentuk tersebut sebagai suatu tindakan rasional komunikasi, dimana tindakan sosial yang dihasilkan atas dasar akal budi yang diefektifkan lewat peranan komunikasi. Individu yang melakukan interaksi sosial ingin disadarkan keadaan akal budinya bahwa ia telah masuk pada kesadaran diri semu sehingga penciptaan teknologi pada kawasan perkotaan dapat sebagai gaya hidup dan status ekonomi. Ini jika dilihat dari sisi kegunaan. Selain itu sisi lain adanya teknologi yang mewabah di kawasan perkotaan diakibatkan karena komponen elektronik yang cukup murah untuk dijangkau baik oleh kalangan atas maupun kalangan menengah.

Peranan teknologi itu sendiri perlu digalakkan, jangan sampai produk teknologi akan hadir menutupi ruang interaksi masyarakat. Sebaliknya, berkembangnya teknologi informasi seharusnya dapat lebih mencerdaskan bangsa tidak hanya di wilayah perkotaan namun juga bagi mereka yang tinggal di pelosok pedesaan.

Teknologi yang diciptakan berdasarkan ‘prestige’ saja hanya akan menimbulkan kecemburuan dan kesenjangan sosial yang tinggi. Karena itulah perlu diciptakan ruang yang lebih luas agar perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mencerdaskan bangsa.

Inovasi informasi secara tepat guna dapat diidentifikasikan sebagai produk baru atau modifikasi yang mempunyai sasaran pasar yang jelas, serta memberikan nilai tambah bagi pemakainya. Karena itu, inovasi dalam akses informasi semestinya tidak hanya diarahkan pada kelompok masyarakat berpendidikan tinggi saja tetapi perlu di tumbuh kembangkan pada tingkat pendidikan rendah. Jadi, akses informasi yang merata tersebut dalam skala besar akan mampu memperluas pengetahuan dan wawasan seluruh komponen bangsa tanpa memandang status social maupun status ekonomi.

Dari sini kita berharap melalui Kontes Ngeblog Inspiratif Visimaya kita berharap agar visimaya.com mampu menjalankan fungsi dan perannya secara maksimal dalam memberi akses informasi yang luas kepada seluruh elemen bangsa Indonesia agar tercipta masyarakat yang cerdas dan berkualitas.

Label: , , ,



 
Ditulis oleh Rahmat Aini Yudidharma @ 23.04  
0 Comments:
Poskan Komentar
<< Home
 

Masukkan E-Mail Anda untuk berlangganan:

Delivered by FeedBurner



USAHA JAYA

↑ Grab this Headline Animator





promo visi

Rahasia Blogger




 

Previous Post
Archives
Tukeran Banner Yuk..


Tukeran banner yuk..
Copy kode di bawah ini:
Banner Temans

Formula Bisnis Teruji

Unlimited Backlink
Thanks To
Blogger templates

Get a FREE Domain